Model Pembinaan Ilmu, Iman, dan Akhlak Santri di Era Disrupsi: Studi di PPM SMP Muhammadiyah Boarding School Prambanan

Inayah Husna Da'ana, Farid Setiawan, Farida Amalia

Abstract


Seorang muslim memiliki kewajiban untuk mencari ilmu baik dalam konteks ilmu umum maupun ilmu agama. Karena dengan ilmu seorang muslim akan memiliki bekal untuk kehidupannya. Selain berilmu seorang muslim juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan menguatkan imannya serta berakhlak mulia (Darani, 2021). Dari observasi yang saya lakukan bahwa Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Prambanan yang biasa disingkat PPM MBS Prambanan memiliki motto yang sangat menarik yang  mampu untuk menunjang visi dan misi sekolah yaitu membina ilmu, iman dan akhlak yang menjadi topik dari penelitian saya dengan tujuan untuk menciptakan generasi muda yang memiliki ilmu yang tinggi dan berwawasan global, iman yang kuat dan akhlak yang  mulia terutama pada era disrupsi ini. Era disrupsi merupakan masa perubahan inovasi secara massif yang disebabkan oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih (Samsudin, 2019). Melalui kegiatan belajar dan mengajar yang memiliki titik fokus seimbang antara ilmu umum dan ilmu syar’I, kegiatan kokulikuler dan ekstrakulikuler dan kegiatan asrama dapat membantu untuk mencapai tujuan bersama yaitu menciptakan generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak terpuji. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan observasi, wawancara dan mengambil dokumentasi dalam bentuk rekaman suara dan pencatatan. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa penting pembelajar ilmu, iman dan akhlak kepada siswa sejak dini untuk membekali mereka ketika dewasa dan terjun di masyarakat. Dan berkembang nya zaman dapat dihadapi dengan bijaksana sesuai Al-Qur’an dan sunnah.

Keywords


Ilmu, Imam, dan Akhlak

Full Text:

PDF

References


Darani, N. P. (2021). Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Perspektif Hadis. Jurnal Riset Agama, 1(1), 133–144. https://doi.org/10.15575/jra.v1i1.14345

Musyfira, M. (2021). Pendidikan Akidah Pada Santri Kuttab Al-Firdaus Kota Lhokseumawe. Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam, 3(1), 64–76. https://doi.org/10.22373/tadabbur.v3i1.149

Rambe, M., Arifinsyah, & Warnishah, E. (2021). Metode Pondok Pesantren Modern Saifullah An-Nahdliyah dalam Pembinaan Akhlak Santri di Era Digital. Jurnal Studi Sosial Dan Agaman (JSSA), 1(2), 293–301. http://jurnalpatronisntitute.org/index.php/jssa

Salim, A., & Fitri, A. (n.d.). Peran Manajemen Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan di Era Disrupsi. 4(3), 1290–1297.

Samsudin. (2019). Tantangan Lembaga Pendidikan Pesantren di Era Disrupsi. Conference on Islamic Studies (CoIS), 221–230. http://lppm-unissula.com/jurnal.unissula.ac.id/index.php/cois/article/view/8063/3655

Siti Fitriana. (2019). Transformasi pendidikan tinggi di era disrupsi (dampak dan konsekuensi inovasi). Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana …, 811–817. https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snpasca/article/view/375

Soendari, T. (2010). Metode Penelitian Deskriptif. Universitas Pendidikan Indonesia, 25. https://www.academia.edu/26183294/Penelitian_Deskriptif_ppt_Compatibility_Mode_?bulkDownload=thisPaper-topRelated-sameAuthor-citingThis-citedByThis-secondOrderCitations&from=cover_page

Supriatna, D. (1970). Motivasi Orang Tua Memilih Pondok Pesantren untuk Anaknya. Intizar, 24(1), 1–18. https://doi.org/10.19109/intizar.v24i1.1951

Wafroturrohmah, W., & Sulistiyawati, E. (2019). Manfaat Kegiatan Ekstra Kurikuler Dalam Pengembangan Kompetensi Sosial Siswa SMA. Manajemen Pendidikan, 13(2), 147–155. https://doi.org/10.23917/jmp.v13i2.7482

Yunitasari, L. (2018). Strategi Pembinaan Moral Siswa Melalui Pembudayaan 3s (senyum, sapa, salam) di SMAN 1 Tulungagung. Jurnal Rontal Keilmuan, 4(1), 30–44.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.