PENGARUH KANDUNGAN OKSIGEN UDARA SEKOLAH TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA SMA N 9 JAKARTA TIMUR

Leony Sanga Lamsari Purba, Nelius Harefa

Abstract


Kandungan oksigen di udara sekitar mempengaruhi asupan oksigen otak manusia. Dalam pembelajaran, kecukupan oksigen otak mempengaruhi kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran. Kesiapan siswa dalam pembelajaran dapat diamati melalui konsentrasi belajar siswa. Melalui penelitian ini, akan diperoleh informasi pengaruh kandungan oksigen udara sekolah terhadap konsentrasi belajar siswa. Populasi penelitian adalah SMA Negeri Jakarta, dengan sampel Negeri 9 Jakarta. Teknik pengambilan sampel adalah randomized sampling. Untuk memperoleh informasi mengenai kandungan oksigen udara sekolah, dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat Disolved Oxygen Meter (DO Meter) dengan hasil rata-rata kadar oksigen udara sekolah sebesar 25,98.. Untuk memperoleh informasi konsentrasi belajar siswa, dilakukan penyebaran angket konsentrasi belajar yang telah di validasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan MS Excel. Rata-rata konsentrasi belajar siswa adalah 1.85 dari skala 4. Untuk menjawab hipotesis, maka dilakukan korelasi dengan SPSS 24. Hasil uji korelasi regresi liner diperoleh r = 0.32. Nilai tersebut menunjukkan terdapat korelasi kadar oksigen udara sekitar sekolah dengan konsentrasi belajar siswa dengan taraf sig 0.860 (sig 0.05).

Keywords


Konsentrasi Belajar; Oksigen; Otak; Udara

Full Text:

PDF

References


Danusantoso, H. (2003). Peran Radikal Bebas Terhadap Beberapa Penyakit Paru. Jurnal Kedokteran Trisakti, 22(1).

Daud, A. (2010). Pengertian dan Ciri-Ciri Konsentrasi Belajar. Retrieved from: http://abudaud2010.blogspot.com/2010/11/pengertian-dan-ciri-cirikonsentrasi.html.

Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan Kesehatan Kerja. (2006). Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Ruang Terbatas (confined spaces).

Dimyati & Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, S. B. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Feilich, K. (2015). Satisfying Brain Metabolism at High Altitude. Cambridge: Harvard University.

Imelda, F. (2009). Oksigenasi dan Proses Keperawatan. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Karmiza. (2014). Posisi Lateral Kiri Elevasi Kepala 30 Derajat terhadap Nilai Tekanan Parsial Oksigen (Po2) pada Pasien dengan Ventilasi Mekanik. Jurnal Ners, 9, 59-65.

Maulana. (2011). Kiat Melatih Konsentrasi Anak. Yogyakarta: Hikayat Publishing.

Nikmawati, A., & Windarwati, H. (2011). Resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap Obat Anti Tuberkulosis. Retrieved from: http://journal.unair.ac.id/filerPDF/IJCPML-12-2-04.pdf.

Nilsson, G. E. (1996). Brain and Body Oxygen Requirements of Gnathonemus petersii, A Fish with an Exceptionally Large Brain. The Journal of Experimental Biology, 199, 603-607.

Ningsih, D. Y. (2014). Hubungan Kondisi Lingkungan Sekolah dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Siswa SMA Negeri di Kota Sanggau Tahun 2014. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 1(1).

Nugroho, W. (2007). Cara Menghadapi Hambatan Belajar. Surabaya: Prestasi Pusaka.

Purba, L. S. L. (2019). Peningkatan konsentrasi belajar mahasiswa melalui pemanfaatan evaluasi pembelajaran quizizz pada mata kuliah Kimia Fisika I. Jurnal Dinamika Pendidikan, 12(1), 29-39.

Supradewi, R. (2018). Otak, Musik, dan Proses Belajar. Buletin Psikologi, 18(2).

Suyono & Hariyanto. (2011). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Wikipedia. (2018). Udara. Retrieved from: https://id.wikipedia.org/wiki/Udara.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.