NOMOPHOBIA (NO-MOBILE PHONE PHOBIA) PENYAKIT REMAJA MASA KINI

Siti Muyana, Dian Ari Widyastuti

Abstract


Keberadaan smartphone sebagai alat bantu dalam berkomunikasi terhadap orang lain dan sebagai mesin pencari informasi di era teknologi saat ini sangat membantu remaja beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari. Ketidakmampuan remaja memanajemen diri dalam menggunakan smartphone diprediksi dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya yaitu ketergantungan smartphone sehingga muncul  perasaan gelisah, khawatir, dan takut ketika jauh dari ponsel. Fenomena tersebut sering disebut dengan nomophobia (no-mobile phone phobia). Bagaimana nomophobia (no-mobile phone phobia) dapat muncul dalam diri remaja? Artikel ini bertujuan untuk memaparkan munculnya fenomena nomophobia (no-mobile phone phobia) yang terjadi sebagai akibat dari ketergantungan remaja terhadap smartphone. Eksistensi remaja dalam kehidupan sehari-hari seringkali ditunjukkan melalui keaktifan penggunaan smartphone, hingga lupa bahaya yang dapat mengintai diri remaja. Oleh karena itu, dalam rangka menghindari bahaya nomophobia (no-mobile phone phobia), maka perlu pemahaman pada diri remaja untuk dapat mencegah sedini mungkin. Artikel ini mengkaji mengenai penggunaan smartphone dikalangan remaja hingga menyebabkan munculnya nomophobia.

Full Text:

PDF

References


Budyatna & Ganiem. (2011). Teori Komunikasi Antar Pribadi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Fuhrmann, B. S. (1990). Adolescence. London : Scott, Foresman.

Gifary, S. & Kurnia N., I. (2015). Intensitas Penggunaan Smartphone terhadap Perilaku Komunikasi. Jurnal Sosioteknologi, 14 (2).

Hanika, I. M. (2015). Fenomena Phubbing di Era Milenia (Ketergantungan Seseorang pada Smartphone terhadap Lingkungannya). Jurnal Interaksi, 4 (1): 42 – 51.

https://gilanggumgum.blogspot.co.id/2012/11/nomophobia-dan-social-anxiety-disorder.html, diakses 8 Agustus 2017.

King, A.L.S. etc. all. (2014). “Nomophobia”: Impact of Cell Phone Use Interfering with Symptoms and Emotions of Individuals with Panic Disorder Compared with a Control Group. Journal of Clinical Practice & Epidemiology in Mental Health, 10: 28-35.

Pinchot, etc.all. (2010). How Mobile Technology is Changing Our Culture. CONISAR Proceedings USA: Conference on Information Systems Applied Research, 3 (1519).

Pradana, P.W., Muqtadiroh, F.A., Nisafani, A.S. (2016). Perancangan Aplikasi Liva untuk Mengurangi Nomophobia Dengan Pendekatan Gamifikasi. Jurnal Teknik ITS, 1(5).

Soliha, S.F. (2015). Tingkat Ketergantungan Pengguna Media Sosial Dan Kecemasan Sosial. Jurnal Interaksi, 4 (1) : 1 – 10.

Sudarji, S. (2017). Hubungan Antara Nomophobia Dengan Kepercayaan Diri. Jurnal Psikologi Psibernetika, 10 (1).

Yulianti, L., dkk. (2014). Yang Muda, Yang Menuruti Kata Hati. Majalah Marketeer, edisi ke 65.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.